XN0MXo6FztPvgPHwqRh1aqX6QVjY7mI3LZnn6QSB
Bookmark

Fur L….

Fur L….

oleh Sulaiman Djaya


“Sejak aku mencintaimu,

kau tak mirip siapa pun” (Pablo Neruda)

 

Dan bagiku kau tak mirip apa pun,

bukan pula umpama,

bukan juga milik bahasa.

Rambutmu yang hitam kental

bukan juga kiasan gelap hutan

atau malam tanpa bintang-bintang

selepas hujan.

 

Bagiku kau datang dari hal-hal purba

yang sebelumnya tak kupikirkan.

Kuhisap rokok kretekku

dengan damai.

Dan kutulis sajakku ini

setelah secangkir kopi hitamku

hanya tinggal dedaknya saja

 

barangkali seperti buku-buku

penuh debu di perpustakaan

yang tak dibaca.

Di luar, dengan jejak-jejak cahaya

yang samar, juga kabut,

dingin pun jadi terasa rabun.

Seakan segala di sekitarku

 

jadi dungu: meja, jendela, pintu,

dinding, jam, almanak

juga barisan buku-buku. Segala tentangmu,

sebenarnya, begitu sederhana,

bahkan teramat sederhana

hingga tak ada sajak karenanya.

Sebab kau memang purba

semula adanya. Sejak aku mencintaimu,

kau kubayangkan seperti angin senja

yang bercanda. Dua matamu, barangkali,

sekembar dingin cakrawala

tempat gairah dan petaka

senantiasa saling menduga

tanpa memberi aba-aba.           

 

(2013)


 

________

Penulis

 

Sulaiman Djaya lahir di Serang, Banten. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Koran Tempo, Majalah Sastra Horison, Indo Pos, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Majalah TRUST, Majalah AND, Majalah Sastra Kandaga Kantor Bahasa Banten, Rakyat Sumbar, Majalah Sastra Pusat, Jurnal Sajak, Tabloid Kaibon, Radar Banten, Kabar Banten, Banten Raya, Tangsel Pos, Majalah Banten Muda, Tabloid Cikal, Tabloid Ruang Rekonstruksi, Harian Siantar, Change Magazine, Banten Pos, Banten News, basabasi.co, biem.co, buruan.co, Dakwah NU, Satelit News, liputan9, simalaba, Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan lain-lain. Buku puisi tunggalnya Mazmur Musim Sunyi diterbitkan oleh Kubah Budaya pada tahun 2013. Esai dan puisinya tergabung dalam beberapa Antologi, yakni Memasak Nasi Goreng Tanpa Nasi (Antologi Esai Pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2013), Antologi Puisi Indonesia-Malaysia, Berjalan ke Utara (Antologi Puisi Mengenang Wan Anwar), Tuah Tara No Ate (Antologi Cerpen dan Puisi Temu Sastra IV di Ternate, Maluku Utara Tahun 2011), Sauk Seloko (Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi Tahun 2012), Kota, Kata, Kita: 44 Karya Para Pemenang Lomba Cipta Cerpen dan Puisi 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Hari Puisi, Antologi Puisi ‘NUN’ Yayasan Hari Puisi Indonesia 2015, Yang Tampil Beda Setelah Chairil Anwar - Antologi Puisi Yayasan Hari Puisi Indonesia 2016, dan lain-lain. Kerapkali menjadi pemateri dan narasumber di forum-forum dan acara-acara kebudayaan, kesusastraan dan keagamaan di Banten dan luar Banten.
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar