XN0MXo6FztPvgPHwqRh1aqX6QVjY7mI3LZnn6QSB
Bookmark

Demi Malam di Liang Tungku

Demi Malam di Liang Tungku

oleh Sulaiman Djaya


Demi malam yang selembut dua matamu,

aku jadikan kata sebagai senjata

untuk menyatakan rasa cinta.

Angin dan musim seperti sepi yang saling

berbisik. Aku hitung subuh

seperti ketika jari-jemari lampu

mencumbui rambutmu.

 

Demi malam yang selalu membuatku

senantiasa cemburu,

aku hisap rokok kretekku

sementara hatiku menjelma laut

bagi Odisius yang digempur jalan buntu.

 

Demi malam yang mencuri warna

gugusan rambutmu yang kanak-kanak itu,

di atas meja dan di sudut dapur

maut senantiasa mengendus kau dan aku

selepas mereka puas membaca buku-buku

yang tak pernah menceritakan

nasibku-nasibmu.

 

Demi malam di mana kau dan aku

bermain usia antara rindu

dan padamnya api di liang tungku

peninggalan ibuku, kita sama-sama berpacu

menabung umur yang uzur sebagai para pecatur.

 

(2013)


 

________

Penulis

 

Sulaiman Djaya lahir di Serang, Banten. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Koran Tempo, Majalah Sastra Horison, Indo Pos, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Majalah TRUST, Majalah AND, Majalah Sastra Kandaga Kantor Bahasa Banten, Rakyat Sumbar, Majalah Sastra Pusat, Jurnal Sajak, Tabloid Kaibon, Radar Banten, Kabar Banten, Banten Raya, Tangsel Pos, Majalah Banten Muda, Tabloid Cikal, Tabloid Ruang Rekonstruksi, Harian Siantar, Change Magazine, Banten Pos, Banten News, basabasi.co, biem.co, buruan.co, Dakwah NU, Satelit News, liputan9, simalaba, Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan lain-lain. Buku puisi tunggalnya Mazmur Musim Sunyi diterbitkan oleh Kubah Budaya pada tahun 2013. Esai dan puisinya tergabung dalam beberapa Antologi, yakni Memasak Nasi Goreng Tanpa Nasi (Antologi Esai Pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2013), Antologi Puisi Indonesia-Malaysia, Berjalan ke Utara (Antologi Puisi Mengenang Wan Anwar), Tuah Tara No Ate (Antologi Cerpen dan Puisi Temu Sastra IV di Ternate, Maluku Utara Tahun 2011), Sauk Seloko (Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi Tahun 2012), Kota, Kata, Kita: 44 Karya Para Pemenang Lomba Cipta Cerpen dan Puisi 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Hari Puisi, Antologi Puisi ‘NUN’ Yayasan Hari Puisi Indonesia 2015, Yang Tampil Beda Setelah Chairil Anwar - Antologi Puisi Yayasan Hari Puisi Indonesia 2016, dan lain-lain. Kerapkali menjadi pemateri dan narasumber di forum-forum dan acara-acara kebudayaan, kesusastraan dan keagamaan di Banten dan luar Banten.
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar