Bila Aku Mati
... menit baca
Bila Aku Mati
Sudah lama tak ada tamu di pintuku:
padahal aku telah menyalakan malam.
Bintang-bintang di langit
seperti kota-kota yang sepi
dan betapa jauh dari bumi.
Adakah di sana
kelak tempatku?
Saatku mati
dan lupa kepada puisi.
Sungguh aku
selalu rindu kematian
bila sunyi tak lagi bisa kupadamkan.
Membayangkan waktu seperti rusa-rusa
di hutan-hutan senja
yang ditinggalkan gerimis
dan matahari.
Ketika sabana dan lereng-lereng lembab
dikepung gaib cakrawala.
Tak ada hasratku untuk bertanya
di mana surga berada
apalagi memikirkan dunia mana
yang pertama ada dan terjaga.
Dan barangkali langit
akan jadi rumahku nanti.
(2015)
________
Penulis
Sulaiman
Djaya lahir di Serang, Banten. Tulisan-tulisannya
pernah dimuat di Koran Tempo, Majalah Sastra Horison, Indo Pos, Pikiran Rakyat,
Media Indonesia, Majalah TRUST, Majalah AND, Majalah Sastra Kandaga Kantor
Bahasa Banten, Rakyat Sumbar, Majalah Sastra Pusat, Jurnal Sajak, Tabloid
Kaibon, Radar Banten, Kabar Banten, Banten Raya, Tangsel Pos, Majalah Banten
Muda, Tabloid Cikal, Tabloid Ruang Rekonstruksi, Harian Siantar, Change
Magazine, Banten Pos, Banten News, basabasi.co, biem.co, buruan.co, Dakwah NU,
Satelit News, liputan9, simalaba, Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta, dan lain-lain. Buku puisi tunggalnya Mazmur Musim
Sunyi diterbitkan oleh Kubah Budaya pada tahun 2013. Esai dan puisinya
tergabung dalam beberapa Antologi, yakni Memasak Nasi Goreng Tanpa Nasi
(Antologi Esai Pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2013), Antologi Puisi
Indonesia-Malaysia, Berjalan ke Utara (Antologi Puisi Mengenang Wan Anwar),
Tuah Tara No Ate
(Antologi Cerpen dan Puisi Temu Sastra IV di Ternate, Maluku Utara Tahun 2011),
Sauk Seloko (Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi Tahun
2012)), Kota, Kata, Kita: 44 Karya Para Pemenang Lomba Cipta Cerpen dan Puisi
2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Hari
Puisi, Antologi Puisi ‘NUN’ Yayasan Hari Puisi Indonesia 2015, Yang Tampil Beda
Setelah Chairil Anwar - Antologi Puisi Yayasan Hari Puisi Indonesia 2016, dan
lain-lain. Kerapkali menjadi pemateri dan narasumber di forum-forum dan acara-acara
kebudayaan, kesusastraan dan keagamaan di Banten dan luar Banten.
Sebelumnya
...
Berikutnya
...