XN0MXo6FztPvgPHwqRh1aqX6QVjY7mI3LZnn6QSB
Bookmark

Mengenang Wan Anwar


Kubah Budaya bekerjasama dengan Program Studi Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia (Diksatrasia) Untirta akan menggelar acara untuk mengenang almarhum Wan Anwar dalam “In Memoriam Wan Anwar: Sosok Guru, Sahabat, dan Penyair”, Jumat (11/12) di Auditorium Untirta gedung B lantai 3 pukul 19.30 WIB.

Acara akan diisi diskusi, doa, dan baca puisi oleh perwakilan dari sejumlah komunitas sastra di Indonesia. Adapun untuk acara diskusi, tema yang akan diangkat yaitu seputar perjalanan hidup dan peran Wan Anwar dalam kesusastraan di Banten dan nasional.
“Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi atas kiprah almarhum Wan Anwar dalam kesusastraan di Banten dan nasional,” ujar Wahyu Arya penggiat sastra dari Kubah Budaya, dalam siaran persnya yang diterima Radar Banten, Senin (7/12).
Diinformasikan, Wan Anwar merupakan salah satu penyair yang cukup banyak berkiprah di Banten. Pria kelahiran Cianjur pada 5 Agustus 1975 ini wafat pada 23 November lalu. Selain sebagai dosen di Untirta, Wan Anwar juga bergiat di majalah sastra Horizon. Wan Anwar cukup aktif memberikan pelatihan kesusastraan di sejumlah komunitas sastra, baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional. Salah satu komunitas yang didirikannya, yakni Kubah Budaya, kini cukup banyak melahirkan penulis-penulis potensial. “Salah satu peninggalan Kang Wan Anwar dan bukti rasa cintanya kepada mahasiswa adalah sebuah komunitas sastra Kubah Budaya. Dalam komunitas inilah Kang Wan Anwar mendidik teman-teman, baik yang masih berstatus mahasiswa atau yang sudah menyelesaikan kuliah untuk terus belajar dan memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan terutama di bidang sastra,” terang Wahyu Arya. (*/fau)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar